BELAJARLAH DARI MATAHARI
Saudaraku..., lihatlah matahari itu
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun tidak seorangpun memujinya,
tidak pernah seorangpun memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan "cahaya"nya
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun tidak seorangpun memujinya,
tidak pernah seorangpun memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan "cahaya"nya
Saudaraku...bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya
Bila matahari tidak mau bercahaya
Saudaraku, janganlah kau putus asa
Selama esok pagi matahari terbit kembali
Songsong masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Dengannya kau menjadi mulia
Selama esok pagi matahari terbit kembali
Songsong masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Dengannya kau menjadi mulia
Saudaraku, kau lihat betapa tinggi sang matahari itu
Tetapi tak henti ia membantu bumi
bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah
Tetapi tak henti ia membantu bumi
bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah
Saudaraku, matahari itu tidak lupa diri
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.
(diilhami dari Puisi Ustadz Dr. Amir Faishol Fath)